Naskah
Kuno dari Lombok
![]() |
| Naskah kuno daun lontar |
Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat
berbahagia semuanya. Saya Rizka Yuni Mantia Kapoor akan berbagi pengalaman dan sedikit bercerita tentang naskah kuno.
Semoga kalian semua menikmati tulisan pertama saya ini
ya!!
Berbicara
tentang kebudayaan, Lombok salah satu tempat yang masih memiliki adat dan
budaya yang masih kuat. Salah satunya tentang Naskah kuno takepan sasak yang
sudah ada dari zaman dahulu.
Naskah kuno adalah benda budaya yang merekam informasi dan pengetahuan masyarakat lampau yang di turunkan secara turun temurun semenjak dulu sampai saat ini. naskah kuno zaman dahulu di tuli di atas daun lontar.
Pada
awal mula perjalanan saya mencari naskah kuno (takepan) dari Lombok. Awalnya saya meminta bantuan
kepada kakak tingkat yang bernama Andi semester 7 untuk menemani kami ke tempat
Mamiq Nasib yang memiliki naskah kuno di daerah Kuripan. Saya meminta bantuan
kepada kak Andi atas rekomendasi dari seorang kakak tingkat juga yang bernama
Kak Intan, berhubung kak Andi tempat tinggalnya berada di Kuripan dan juga
mengenal daerah Kuripan maka kak Intan menyarankan kami untuk bertemu dan
meminta bantuan kepada kak Andi. Pada awalnya kami membuat kesepakatan untuk
mencari naskah kuno di Kuripan pada tanggal 23 Oktober pukul 16.00. Namun H-2
dari perjalanan kami untuk mencari naskah kuno, teman saya Siti Syarah menelpon
dan mengatakan bahwa ayahnya memiliki teman dan temannya itu memiliki kenalan yang
mempunyai naskah kuno di daerah mapak, loang baloq dan itu jauh lebih dekat
dari tempat tinggal kami. Maka kami memutuskan untuk pergi ke daerah mapak,
saya selaku orang yang meminta bantuan kepada kak Andi pun meminta maaf karena
perjalanan kami untuk mencari naskah kuno di daerah Kuripan dibatalkan karena
alasan tersebut.
![]() |
| Saya, keempat teman saya dan bapak Wasiah |
![]() |
| Saya dan Bapak Wasiah |
Bapak
Wasiah selaku pemilik naskah kuno (takepan) itu berumur 85 tahun dan tinggal di
desa Mapak Belatung, kelurahan Jempong Baru Mataram NTB. Beliau memegang naskah
kuno tersebut sejak tahun 1945. Semenjak beliau masuk sekolah dasar, pada saat
itu umur beliau masih 10 tahun. Beliau diwariskan oleh nenek moyangnya dan
naskah kuno tersebut sudah 75 tahun di pegang oleh bapak Wasiah. Pak Wasiah pun
berenca akan mewariskan naskah kuno itu kepada anak-anaknya. Pak wasiah
mempunyai 1 anak laki-laki dan 2 anak perempuan.
Naskah kuno yang di pegang oleh pak Wasiah ini sudah ada sebelum Masehi, ketika
tahun Saka. Sebelum menceritakan isi
dari naskah kuno tersebut, bapak wasiah memberitahu kami macam-macam naskah
kuno yang ada seperti naskah kuno (takepan) Menyeh menceritakan tentang
Sumbawa, Lombok dan Bali. Indar Jaye tentang pengajian-pengajian dan agama.
Cilinaye menceritakan tentang Lombok Bayan. Dewi anjani menceritakan tentang
Lombok.
Setelah
itu beliau memperlihatkan naskah kuno (takepan) yang dimilikinya. Naskah kuno
yang dimiliki oleh pak Wasiah di tulis di atas daun lontar, dan sudah memiliki
salinan yang di tulis di buku pada umumnya. Ada juga naskah kuno yang sudah
disalin sendiri atau di tulis tangan oleh pak Wasiah di buku tulis biasa. Naskah
kuno (takepan) yang dimiliki pak wasiah itu adalah takepan Pustaka Indar Jaye dengan
judul tembang Dang Dang Gula. Biasanya digunakan untuk acara khitanan dan
akikah. Naskah kuno tersebut membahas tentang peradaban islam pada zaman dahulu.
Beliau membacakan kami bagian mukadimah atau pendahuluan dari naskah kuno
tersebut dengan lantunan nada yang merdu, suara tembangan yang di lantunkan
oleh pak Wasiah membuat saya merasa tenang. Tembang yang di bacakan itu
memiliki arti tentang solat 5 waktu.
Arti dari tembang yang dibacakan oleh pak
Wasiah yaitu perbatasan orang-orang yang beriman ditandai dengan solat 5 waktu
yaitu subuh,dzuhur,asar,magribh dan isya yang jumlah rakaatnya 17 dalam
sehari semalam. Itu merupakan tanda-tanda manusia yang memiliki pengabdian besar
dan ingin meminta pengampunan kepada Allah SWT dengan menjalankan solat 5 waktu
dan pastinya Allah SWT juga memiliki pengampunan yang besar terhadap hambanya.
Kasih sayang Allah SWT kepada semua hambanya sama rata, hanya saja yang
membedakan kita di hadapan Allah SWT adalah amal. Barang siapa yang tidak lupa
kepada Allah pasti akan mengerjakan solat 5 waktu dan insyaallah akan diselamatkan
di hari akhir jika kita tidak lupa mengerjakan solat. Jika sudah berbakti
kepada Alllah, kepada nabi, kepada ibu bapak, kepada nusa dan bangsa insyaallah
kita akan diselamatkan dari dunia hingga ladang akhirat. Inti dari mukadimah
yang dibacakan itu adalah bagaimana cara kita beriman kepada Allah SWT karena
kita semua merupakan makhluk ciptaan-Nya. Pada zaman dahulu orang-orang sering
sekali membaca naskah kuno yang ada, dan itu membuat mereka bahagia ketika
membacannya. Di dalam satu naskah (takepan) memiliki batasan batasan tembang
atau memiliki sub judul di setiap babnya.
Pak Wasiah juga memberi tahu kami bahwa ada 13 macam tembang yang ada, namun yang sering di gunakan di Lombok ada 9 macam tembang, yaitu :
Sinom, ketika kita masih kecil.
Asmaran Dana, laki-laki boleh mencari pasangan begitupun dengan perempuan.
Dhurma, ketika laki-laki dan perempuam bersatu.
Pangkur, ketika wanita ngidam.
Dang-dang, ketika perut wanita hamil sudah mulai membesar.
Kumambang, yaitu bersedih apakah hidup atau akan mati tatkala akan melahirkan.
Mijil, yang berarti lahir.
Pucung yaitu tatkala wanita menyusui.
Megatruk, yaitu ruh dan jasad terpisahkan.
![]() |
| Salinan naskah kuno |
Pak Wasiah juga memberi tahu kami bahwa ada 13 macam tembang yang ada, namun yang sering di gunakan di Lombok ada 9 macam tembang, yaitu :
Sinom, ketika kita masih kecil.
Asmaran Dana, laki-laki boleh mencari pasangan begitupun dengan perempuan.
Dhurma, ketika laki-laki dan perempuam bersatu.
Pangkur, ketika wanita ngidam.
Dang-dang, ketika perut wanita hamil sudah mulai membesar.
Kumambang, yaitu bersedih apakah hidup atau akan mati tatkala akan melahirkan.
Mijil, yang berarti lahir.
Pucung yaitu tatkala wanita menyusui.
Megatruk, yaitu ruh dan jasad terpisahkan.
Kami juga diberitahu tentang sejarah
bulan dalam islam. 12 bulan dalam islam tersebut ialah
1.Muharram
2. Safar
3. Rabi’ul Awal
4. Rabi’ul Akhir
5. Jumadil Awal
6. Jumadil Akhir
7. Rajab
8. Sya’ban
9. Ramadhan
10. Syawal
11. Dzulka’dah
12. Dzulhijah
Pak wasiah juga memberitahu kami adat-adat
atau kebiasaan yang masih melekat dan sering dilakukan oleh umat muslim di
bulan-bulan tertentu. Pak Wasiah juga menjelaskan cara pembuatan Naskah kuno
(takepan) pada zaman dahulu. Naskah kuno zama dahulu ditulis di atas daun lontar. Daun
lontar itu di rebus. Daun
lontar di potong. Daun
lontar di keringkan. Daun
lontar di jepit menggunakan alat, agar daunnya lurus.Daun
lontar di beri garis, agar apa yang akan di tulis tetap lurus atau sejajar
dengan yang lainnya dan terakhir
di atas daun lontar tersebut di beri tulisan.
Orang
zaman dahulu menulis naskah kuno di atas daun lontar menggunakan sesuatu yang
ujungnya tajam berbentuk seperti kail atau ujung pisau. Mereka menggunakan
kemiri sebagai tintanya. Kemiri tersebut dihancurkan dan di bakar agar bisa
menjadi tinta.
Mungkin
itu saja pengalaman yang bisa saya bagikan kepada teman-teman dunia maya yang
saya sayangi. Semoga bisa dijadikan pelajaran dan bisa menambah wawasan
teman-teman sekalian. Jangan lupa dengan kebudayaan daerah kalian masing-masing
ya people!



